Analisis Pertumbuhan Allometrik dan Faktor Kondisi Kepiting Bakau (Scylla serrata Forsskål, 1775) di Perairan Negeri Banggoi

Authors

  • Madehusen Sangadji Universitas Darussalam Ambon Author
  • Jahra Wasahua Universitas Darussalam Ambon Author
  • Djunaidi Wally Universitas Darussalam Ambon Author

DOI:

https://doi.org/10.51135/wyy26r83

Keywords:

Kepiting bakau, lebar karapas, bobot tubuh, Negeri Banggoi

Abstract

Perairan Negeri Banggoi, Kabupaten Seram Bagian Timur, merupakan salah satu daerah penangkapan kepiting bakau (Scylla serrata Forsskål, 1775). Pemanfaatan kepiting bakau sebagai sumber pangan dan pendapatan masyarakat telah berlangsung sejak lama, namun informasi ilmiah mengenai aspek biologinya, khususnya hubungan lebar karapas–bobot tubuh dan faktor kondisi, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lebar karapas dan bobot tubuh serta faktor kondisi kepiting bakau di perairan Negeri Banggoi. Sampel kepiting jantan dan betina dikumpulkan setiap bulan dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan alat tangkap bubu. Hasil analisis hubungan lebar karapas dan bobot tubuh memperoleh persamaan W = 0,6497L².⁵⁶⁸² pada jantan dan W = 2,0516L².⁰⁴⁵³ pada betina. Nilai koefisien pertumbuhan yang lebih kecil dari 3 mengindikasikan bahwa pola pertumbuhan kepiting bakau jantan dan betina bersifat alometrik negative.

Downloads

Published

2026-01-21

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.