Pengolahan Tempurung Kelapa dan Diversifikasi Produk Hasil Program Pemberdayaan Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.51135/bakti.6.1.01-11Keywords:
Arang, Briket, Diverifikasi, Pertanian, Produk, Tempurung kelapaAbstract
Lazimnya permasalahan yang dihadapi masyarakat dari hasil pertanian yakni pengolahan dan kendala teknologi. Pernyataan sebelumnya terlihat di Desa Somaetek, dimana produk pertanian unggulan dan merupakan sumber pendapatan utama yakni kelapa. Masalah tersebut menjadi fokus kegiatan pengabdian. Memanfaatkan participatory action research sebagai metode untuk memecahkan masalah. Temuan kegiatan ini terbagi dua, praktik dan transfer pengetahuan diversifikasi produk. Pertama pelaksanaan praktik tingkat harapan alat pengolahan tempurung menjadi arang 100%, dan kepentingan 99%. Pembuatan briket harapan 100% dan kepentingan 99%. Pemahaman masyarakat melalui praktik, harapan dan kepentingan 100%. Kedua transfer pengetahuan melalui sosialisasi pemasaran produk turunan tempurung kelapa. Sosialisasi pemasaran, harapan 100% dan kepentingan 45%. Peningkatan pengetahuan, harapan 100% dan kepentingan 90%. Pendampingan pemasaran, harapan dan kepentingan 100%. Temuan yang sangat penting, yakni program ini dikatakan sukses untuk pelaksanaan praktik. Ini menegaskan praktik merupakan solusi mentrasfer pengetahuan kepada orang dewasa. Tapi terdapat kendala pada sosialisasi pemasaran produk, dimana masyarakat menginginkan pelaksanaan pendampingan daripada teori. Sehingga program berikut difokuskan pada pengaplikasian teori pemasaran produk.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mario Nikolaus Dalengkade, Dwi Rahayu Pujiastuti, Filus Raraga (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









