Model Pemberdayaan Jemaat Partisipatif di Wilayah Lingkar Tambang Halmahera
DOI:
https://doi.org/10.51135/bakti.6.1.90-102Keywords:
pemberdayaan jemaat; eklesiologi partisipatif; wilayah lingkar tambang; ketahanan sosial-ekologis; gereja dan pembangunan komunitasAbstract
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model pemberdayaan jemaat partisipatif bagi jemaat di Kawasan sekitar tambang Halmahera yang mengalami tekanan sosial-ekologis akibat ekspansi industry ekstraktif. Program dilaksanakan pada November 2025 dengan melibatkan 38 peserta yang mewakili unsur majelis dan anggota jemaat. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif-kontekstual melalui Focus Group Discussion (FGD), refleksi eklesiologis, lokakarya penguatan kapasitas, serta evaluasi pre–post berbasis kuesioner persepsi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga dimensi utama: kesadaran sosial-ekologis (rata-rata +46–47 poin persentase), pemahaman peran gereja sebagai agen pemberdayaan (+63 poin pada indikator tanggung jawab sosial-ekonomi), serta komitmen tindakan kolektif (+55 poin pada kesediaan terlibat dalam kelompok kerja). Luaran langsung berupa pembentukan kelompok kerja dan forum dialog internal jemaat sebagai struktur aksi kolektif berkelanjutan. Artikel ini menyajikan model empat tahap pemberdayaan jemaat: identifikasi sosial-ekologis, refleksi teologis kontekstual, penguatan kapasitas, dan aksi kolektif, dengan bersifat siklik dan replikatif untuk komunitas yang terpengaruh oleh ekonomi ekstraktif di Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sirayandris J. Botara (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









